Tisu? Engga Dehhh..... -_-"
Pemakaian tissu di bumi sudah tidak dapat ditolerir lagi. Mengapa?
Pulp merupakan bahan dasar pembuatan tisu. Nah, pulp atau yang biasa disebut dengan bubur kertas ini ternyata berbahan utama kertas dan membutuhkan kayu yang berasal dari pohon.
Coba Anda bayangkan, jika jumlah penduduk Indonesia 100 juta orang dan setiap satu harinya 1 orang menggunakan ½ gulung kertas tisu. Artinya penggunaan kertas tisu dapat mencapai 50 juta gulung tisu per hari, berarti per bulan nya pemakaian tisu di indonesia mencapai 1.5 milyar gulung. Misalkan berat kertas tissu itu 1 gulung mencapai ¼ kg, maka 1.5 milyar dihasilkan angka kira-kira 375.000.000 kg setara dengan 375.000 Ton, dan untuk menghasilkan 1 ton pulp diperlukan 8 m3 kayu bulat, dengan asumsi kayu bulat 150 m3 per hektar (diameter 10 up) maka sudah dapat ditebak penggunaan hutan untuk urus kebersihan mencapai ratusan ribu hektar setiap bulannya.
Ternyata, dalam satu kotak tisu atau sekitar 2-20 lembar tisu, diperlukan minimal sebatang pohon untuk ditebang dan diolah. Sedang sebatang pohon butuh enam sampai delapan tahun untuk dapat siap ditebang dan diolah lagi.
Meskipun kita ikut serta dalam kegiatan menyukseskan program 1 orang menanam 1 pohon sekalipun, aksi ini belum berarti apa-apa jika dibandingkan dengan jumlah tisu yang kita gunakan. Pohon yang dapat ditebang dan diolah adalah pohon yang telah berusia minimal 6 tahun. Coba hitung, selama 1 hari kita menggunakan berapa helai tisu? untuk mengelap keringat, wajah berminyak, membersihkan make up, membersihkan tangan sehabis makan, mengelap kotoran dan lain sebagainya. Dan selama satu bulan berapa banyak tisu yang kita pakai, apalagi selama 5 tahun. Tidak cukup hanya dengan 1 batang pohon yang kita tanam.
1 Batang pohon itu mempunyai arti besar, karena oksigen yang dihasilkan akan sangat diperlukan setidaknya untuk 2 orang bernapas dan juga dapat menyerap karbondioksida yang pada akhirnya nanti akan memproduksi oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Selain itu, 1 batang pohon juga berkontribusi besar bagi penyerapan air sehingga mencegah terjadinya banjir.
Selain itu, ternyata tidak hanya plastik, tisu pun sulit diuraikan di dalam tanah, karena selain kayu, tisu juga terdiri dari bahan yang bersifat anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh tanah dalam waktu cepat. Sedangkan hasil sampah tisu kian menumpuk dan tidak memberikan energy positif bagi bumi. Jadi, tisu sangat tidak ramah terhadap bumi ini, mulai dari pembuatannya hingga saat tisu itu sudah tidak digunakan lagi. Juga, secara tidak langsung apabila kita banyak menggunakan kertas tisu berarti kita juga sudah menyebabkan terjadinya krisis air, karena bahan dasar tisu tersebut juga berasal dari pohon-pohon yang berfungsi sebagai resapan air.
Lalu, bagaimana caranya kita mengganti penggunaan tisu dalam kehidupan sehari-hari kita?
Seperti yang telah dijelaskan tadi, kehidupan kita tidak lepas dari tisu. Seperti untuk mengelap keringat, wajah berminyak, membersihkan make up, membersihkan tangan sehabis makan, membersihkan kotoran dan lain sebagainya. Untuk itu, bagi yang masih sering menggunakan tisu toilet, cobalah beralih ke penggunaan air bersih. Dengan ini, selain menghilangkan bau sisa, juga dapat membersihkan lebih bersih daripada menggunakan tisu.
Lalu, bagaimana dengan penggunaan tisu pada wajah?
Ternyata penggunaan tisu pada wajah justru dapat menimbulkan iritasi pada wajah kita. Karena tidak semua tisu yang kita pakai berbahan bagus untuk wajah. Untuk itu, biar lebih aman dan agar kulit kita tidak iritasi atau rusak dan lain-lain, lebih baik kita menggunakan sapu tangan. Selain bahan nya bagus untuk kulit kita, saputangan juga sangat ramah lingkungan. Sebab dalam pembuatannya tidak membutuhkan bagian dari pohon sama sekali. Jadi, kita juga dapat membantu lingkungan kita agar tetap asri dan hijau.
Dan juga ternyata penggunaan tisu dapat memicu adanya kanker pada tubuh kita. Dioksin, zat inilah yang menyebabkan kanker, terkadang ada pada tisu. Memang tidak semua tisu mengandung dioksin, tapi jika Anda tidak waspada terhadapnya, ini dapat berakibat fatal bagi kondisi kesehatan Anda. Dioksin merupakan senyawa yang tergolong karsionogenik. Dampak keracunan dioksin untuk jangka panjang adalah aterosklerosis dan kanker sehingga menaikkan angka kematian sampai 46 % pada beberapa kasus. Sumber dioksin dapat dari berbagai materi yang ada di sekitar kita, maka dioksin menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, karena pengaruh negatifnya dapat dicapai hanya pada dosis yang sangat rendah yaitu beberapa part per trillum dalam lemak tubuh kita.
Nah, dari semua penjelasan itu dapat kita simpulkan jelas bahwa tisu membawa banyak pengaruh negatif baik untuk kita maupun lingkungan kita. Masihkah kita ingin menggunakan tissu? Jawabannya ada pada diri Anda sendiri J
Komentar
Posting Komentar