Singkat, Hanya Untuk Renungan
Sebuah cerita singkat yang aku tulis saat aku sedang bosan. Maaf jika tulisanku ini dapat menyinggung, menyadarkan, atau menyindir seseorang. Saat itu, saat aku berumur 17 tahun, pertama kalinya aku melihat kemarahan ayahku dan melihat wajahnya menjadi merah padam. Dan pada saat itulah aku menyesali keputusanku. Aku merupakan murid yang tidak memiliki prestasi yang baik dan tidak begitu aktif di kelas. Bahkan aku tidak memiliki banyak teman seperti yang lainnya yang memiliki geng di sekolahnya. Namun, aku merupakan murid yang aktif di kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah maupun di luar sekolah, yang memungkinkan aku memiliki banyak kenalan. Malam itu, sekitar pukul 23.00 ayahku melihat fotoku dengan seorang teman lelaki ku (sebut saja dia mantan pacarku) yang berada di telpon genggam ku. Ayahku menjadi sangat marah kepada ku dan hubungan ayahku denganku pun menjadi renggang karena kejadian ini. Keluargaku merupakan tipe keluarga yang mengutamakan pendidikan dan agama dalam hidup...