Kimia Organik


RESUME PERKULIAHAN KIMIA ORGANIK (20 FEBRUARI 2013)

-   Gugus fungsi merupakan bagian dari molekul yang memberikan karakter atau sifat dari suatu bagian molekul baik itu sifat kimia ataupun sifat fisika.

-   Disebut senyawa organik apabila minimalnya dibangun oleh unsur C dan H.

-   Ikatan yang hanya terdiri dari ikatan kovalen tunggal, seperti C-C atau C-H tidak disebut gugus fungsi.

-   Alkana tidak masuk ke dalam gugus fungsi, tetapi alkena dan alkuna masuk ke dalam gugus fungsi.



-   Ikatan antara 2 atom dimana sepasang elektron digunakan bersama dinamakan ikatan kovalen.

-   Pada satu ikatan rangkap, memiliki satu ikatan phi dan satu ikatan sigma.

-   Ikatan polar merupakan ikatan yang dibentuk oleh 2 molekul yang berbeda keelektronegatifannya dimana atom/molekul yang lebih besar keelektronegatifannya cenderung menarik yang lebih kecil keelektronegatifannya.

-   Dari golongan IV-V-VI-VII , semakin ke kanan semakin besar keelektronegatifannya dan semakin kecil jari-jarinya.

-   Jika ikatan putus, maka atom akan terbagi 2 sama rata karena kekuatannya.

-   Amida, akan ditemukan pada protein.

-   Reaksi adisi merupakan reaksi yang dapat menambahkan gugus fungsi dengan syarat si gugus fungsi nya memiliki ikatan rangkap.

-   Secara umum, molekul yang memiliki gugus fungsi yang sama, sifatnya umumnya sama.

-   Alkana tidak dapat direaksikan karena tidak memiliki gugus fungsi. Alkena dan Alkuna dapat direaksikan karena memiliki gugus fungsi, dan karena alkena dan alkuna merupakan ikatan rangkap maka memiliki ikatan phi yang bersifat lebih lemah sehingga lebih mudah terputus yang dapat memudahkan reaksi.

-   Senyawa alifatik merupakan senyawa yang memiliki 2 rantai lurus/rantai terbuka

ALKOHOL

-   Merupakan suatu golongan senyawa yang merupakan gugus OH (-OH).

-   (-OH) sebagai penunjuk identitas suatu senyawa, tetapi kalau menempel dengan senyawa  yang lebih tinggi maka status OH hanya menumpang.
e.g
              

-   Alkohol terbagi 3, yaitu alkohol primer, alkohol sekunder, alkohol tersier.

-   Dalam penamaannya, jika terdapat ikatan alkohol lebih dari satu, akan berganti. Seperti 2 menjadi diol, 3 menjadi triol, 4 menjadi tetraol, dan lebih dari 4 atau banyak biasanya menjadi poliol.
e.g


-   Sifat-sifat alkohol: 
1. Karena memiliki gugus OH antara molekul satu dengan molekul lain, maka mudah berikatan.
2. Karena gugus fungsi OH, maka titik didihnya akan semakin tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Kedua UN

The Last Day of UN

Tisu? Engga Dehhh..... -_-"